Pesantren Ramadhan solusi problematika Anak usia dini hingga remaja

 

Di era digital seperti pada saat sekarang ini, berbagai upaya dilakukan guna meminimalisir resiko dampak buruk yang diakibatkan dan sangat merusak generasi bangsa.

Teknologi yang seharusnya diciptakan bertujuan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan sehari-hari, meningkatkan efisiensi, dan mempermudah aktivitas pada akhirnya menimbulkan banyak masalah yang tidak terbendung. Termasuk ketergantungan gadget, berkurangnya interaksi sosial langsung, dan gangguan kesehatan mental (kecemasan, depresi) akibat media sosial. Selain itu, teknologi memicu penyebaran hoaks, risiko kejahatan siber (pencurian data), kesenjangan sosial, penurunan fokus, dan ancaman pengangguran akibat otomatisasi pekerjaan.

Jika dirunut sisi negatifnya, terdapat dampak dominan dari teknologi yang hadir tanpa diundang. Disclaimer, hal ini tentu selain dari banyaknya manfaat baik yang dihadirkan oleh kemajuan teknologi. Dampak buruk yang paling dominan diataranya:
1. Kesehatan Fisik: Kurang tidur, gangguan mata (lelah), postur tubuh buruk, dan gaya hidup sedenter (kurang gerak) akibat terlalu lama di depan layar.
2. ⁠Kesehatan Mental: Kecanduan gadget, meningkatnya kecemasan, depresi, FOMO (Fear of Missing Out), dan emosi tidak stabil.
3. ⁠Isolasi Sosial: Terasing di dunia nyata karena terlalu asyik di dunia maya.
4. ⁠Berkurangnya Interaksi Langsung: Komunikasi tatap muka menurun, membuat orang yang dekat terasa jauh.
5. ⁠Cyberbullying: Meningkatnya perundungan di media sosial.
6. ⁠Penyebaran Hoaks: Informasi palsu cepat menyebar karena rendahnya literasi digital.
7. ⁠Keamanan Data: Risiko peretasan (hacking), pencurian identitas, dan penyalahgunaan informasi pribadi.
8. ⁠Penurunan Fokus: Gangguan konsentrasi saat belajar atau bekerja akibat notifikasi.
9. Otomatisasi: Hilangnya pekerjaan rutin manusia karena digantikan oleh mesin/AI.
10. ⁠Kesenjangan Digital: Tidak semua orang memiliki akses setara ke teknologi, memperlebar jurang sosial.
11. ⁠Konten Negatif: Mudah mengakses pornografi, perjudian, dan perilaku kekerasan. Menimbulkan perilaku buruk (Kurang adab dan akhlak) meniru dari tontonan yang tidak pantas.
12. ⁠Gaya Hidup Instan: Kurangnya kreativitas dan kemalasan.

Pesantren Ramdahan merupakan gabungan dari 2 kata yang memiliki makna besar dalam kehidupan beragama. Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam baik tradisional maupun modern berasrama di Indonesia, tempat santri tinggal dan belajar ilmu agama (kitab kuning) di bawah bimbingan kiai dan Murobbi. Sedangkan Ramadhan memiliki makna Bulan suci untuk menahan diri, penuh rahmat, ampunan (maghfirah), dan peningkatan kesabaran.
Maka Pesantren Ramadhan dapat diartikan tempat dimana ilmu agama diajarkan dan dipercantik dengan pembinaan karakter berisikan spirit Ramadhan di 1 bulan penuh yang istimewa dimana segala amal dilipatgandakan serta segala dosa diampunkan.

Makna Istilah Ramadhan berasal dari bahasa Arab Ramada atau ar-ramad, yang artinya panas yang sangat menyengat, membakar, atau kekeringan. Istilah ini menggambarkan bulan ke-9 dalam kalender Hijriah yang secara historis jatuh pada musim panas, di mana dosa-dosa hangus terbakar oleh amal kebaikan dan panasnya kehausan saat berpuasa.

Pendidikan atau kita sebut Tarbiyah Ramadhan adalah konsep pendidikan diri (syahrut tarbiyah) selama bulan suci untuk membentuk jiwa yang bertakwa, sabar, ikhlas, dan disiplin. Ramadhan mendidik fisik dan ruhani melalui puasa, tarawih, dan tadarus, bertujuan mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan empati sosial, serta membentuk karakter jujur dan konsisten (istiqomah).

Adapun Poin-Poin Utama Tarbiyah pada Ramadhan:
1. Pendidikan Hati dan Jiwa (Tarbiyah Qalbiah/Nafsiyah): Menahan lapar, dahaga, dan emosi melatih kesabaran, kejujuran, serta keikhlasan karena merasa diawasi oleh Allah SWT. Bayangkan setiap hari ananda terbiasa melaksanakan aktifitas yang diselingi dengan pembagian snack dari sekolah, makan siang dan Jajan tapi kali ini semua terasa berat namun mereka jalani dengan ikhlas aktifitas di sekolah tanpa Snack, makan siang dan jajan. Kekuatan fisik tentu berasal dari kekuatan pikiran.

2. Pendidikan Karakter dan Disiplin: Puasa mendidik ketahanan fisik dan pengaturan diri (disiplin) untuk tidak mengikuti hawa nafsu. Kadang puasa membuat kita malas beraktiftas, produktivitas jadi menurun dan sering kehilangan fokus. Maka keyakinanlah yang membuat semua hal tersebut berubah menjadi sebuah pola pikir dengan Ramadhan dapat melatih diri tetap semangat beraktifitas, tetap produktif dan tetap fokus walaupun di tengah ujian lapar dan haus.

3. Peningkatan Ibadah (Tarbiyah Diniyah): Membiasakan shalat wajib, tarawih, dan membaca Al-Qur’an secara rutin (istiqomah) selama sebulan penuh. Pemahaman tentang setiap pahala dilipatgandakan, kapan lagi dapat obral pahala sehebat Ramadhan dan tidak ada di bulan lainnya. Ananda akan terbiasa lebih bersemangat ibadah bahkan untuk bulan-bulan berikutnya menjadi sebuah kerinduan untuk berjumpa kembali dengan suasana Ramadhan.

4. Kepedulian Sosial (Tarbiyah Sosial): Melalui sedekah, infak, dan zakat, Ramadhan mendidik manusia untuk berbagi dan mengurangi sifat tamak. Di bulan Ramadhan kita juga diperintahkan membayar zakat fitrah. pada saat ifthar anak juga diajarkan berbagi ifthar yang mereka bawa dari rumah untuk berbagi kepada temannya serta ikut bersedekah memberi ifthar kepada kaum dhuafa dan umat muslim yang berpuasa.

5. Pendidikan Keluarga: Ramadhan adalah momen tepat orang tua mendidik anak-anak dalam ibadah (sahur, berbuka, tarawih) dan menjadi role model bagi mereka. Ayah menjadi imam, Ayah memimpin do’a, Tadarus bersama hingga tarawih bersama sebuah hal yang menunjukkan kewibawaan seorang ayah yang merupakan pemimpin dalam sebuah keluarga.

Dari 5 poin utama Tarbiyah Ramadhan diatas, kesempatan emas mengalihkan ananda dari pengaruh gadget dan melakukan Tazkiyatun Nufus (Pembersihan hati dan pensucian jiwa) dimana dampak gadget ada bahaya yang dinamakan “Narkoba Digital” dari Games, Tontonan konten prilaku negatif hingga pornografi. Dengan Pesantren Ramadhan Anak diharapkan lupa dengan kebiasaan bersama gadgetnya dan fokus dengan indahnya Ramadhan yang dengan kompaknya sekolah dan rumah dengungkan ke anak-anak sehingga mereka terpacu untuk menjadikan Ramadhan terbaik versi mereka masing-masing. Membuat mereka merasa rugi jika tidak puasa, buat mereka merasa menyesal jika tidak ikut tarawih bersama, buat mereka merasa kurang afdhal jika belum mengaji setiap harinya dan buat mereka merasa belum puas/bahagia jika belum berbagi kepada sesama.

Di Diniyyah Al-Azhar, Pesantren Ramadhan dirancang bukan sekedar program tapi sebuah budaya yang dapat menghidupkan Ramadhan. Tidak semua anak merasakan ibadah di Makkah, di Timur tengah dan di tempat-tempat dimana Ramadhan yang suasananya luar biasa meriah, maka kita hadirkan suasananya di Sekolah. Untuk menghadirkan vibes tersebut dilaksanakanlah berbagai kegiatan yang diantaranya:

1. Kajian Ramadhan berkaitan dengan materi penguatan karakter setiap menjelang berbuka. Pemateri dari guru, Moderator dari siswa dan setiap selesai penyampaian materi, siswa langsung melaksanakan asesmen terhadap materi yang barusan disampaikan agar anak dapat termotivasi memahami dan mengingat materi lebih lama (Elaborasi). Sekolah juga sudah menyiapkan lesson plan lengkap dengan juknis penyampaian dan indikator pemahaman siswa untuk selama Ramadhan.

2. ⁠Ifthar jama’i dimana setiap anak membawa bekal ta’jil dari rumah dan dibiasakan saling berbagi kepada teman-temannya. Anak paham pahala orang yang memberi ifthar sama seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala yang berpuasa.

3. ⁠Shalat maghrib dan isya’ berjamaah memberikan dampak emosional sehingga diharapkan akan lebih mengeratkan ukhuwah siswa bersama guru dan antar siswa.

4. ⁠Kultum sebelum tarawih melatih anak untuk memiliki sifat amar ma’ruf nahi munkar dan percaya diri berbicara di depan jamaah.

5. ⁠Tarawih. Melatih terbiasa untuk qiyamul lail di bulan berikutnya. memahami keutamaan shalat tarawih dan dilaksanakan dengan lingkungan yang mendukung.

6. ⁠Maidaturrahman: Hidangan berbuka puasa gratis bagi Muslim yang berpuasa melatih semangat berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial. Digelar di halaman sekolah setiap harinya selama Ramadhan dan dihadiri oleh masyarakat luas.

7. ⁠Sertifikat yang akan diberikan ke anak-anak tercantum nilai yang diambil dari:
-Kehadiran
-Nilai jawaban soal setiap setelah penyampaian materi
-Keaktifan dalam berkegiatan selama pesantren Ramadhan (Misal: Petugas MC, Kultum sampai pada petugas pembagi ta’jil dan makan)
-Evaluasi buku Agenda Ramadhan

8. Setiap anak dibekali buku agenda Ramadhan sebagai mutabaah, motivasi untuk tetap melaksanakan amalan Ramadhan dan penghubung antara sekolah dan rumah.

9. ⁠Berbagai perlombaan diharapkan mampu mendukung semangat belajar anak dalam menjalankan kegiatan di bulan Ramadhan

10. ⁠Wisuda Tahfidz. hal ini dilaksanakan rutin setiap tanggal 17 Ramadhan setiap tahunnya yang bertepatan dengan Nuzulul Qur’an. Dengan harapan anak-anak lebih termotivasi untuk mengejar hafalannya dan berlomba-lomba menjadi penghafal al-Qur’an.

Pada akhirnya, tujuan akhir dari tarbiyah Ramadhan adalah terbentuknya pribadi saleh yang bertakwa (muttaqin) dan membawa perubahan perilaku positif setelah bulan Ramadhan berakhir agar menjadi bekal menjalani kehidupan di bulan-bulan berikutnya.

Sebagaimana firmanNya:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Qs. Al Baqoroh: 183

Mari bersama bersinerji Sekolah dan Rumah menjadikan Ramadhan sebagai pendidikan terbaik untuk anak-anak kita. Orang tua dan Guru adalah partner terbaik yang akan menghasilkan kolaborasi hebat untuk melahirkan manfaat yang luar biasa menjadi faktor pendukung terhadap proses pembentukan karakter muslim-muslimah pada diri seorang anak.

Tantangan pasti ada, kesibukan menjadi faktor utama. orang tua sulit mengantarkan anak karena harus mengantar kembali ke sekolah pada sore hari menjelang berbuka dan menjemputnya setelah tarawih, Anak yang merasa berat hadir karena kondisi fisik yang lemah di waktu-waktu menjelang berbuka. Semua ini menjadi motivasi untuk kita semua menghadirkan Ramadhan yang totalitas dan Ibadah berkualitas.

Selamat menjalankan Pesantren Ramadhan dimana Pendidikan ideal yang diyakini dapat membentuk karakter pemimpin di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *