
PAUD merupakan akronim dari Pendidikan Anak Usia Dini. menurut undang-undang pasal 28 Sisdiknas nomor 20/2003, PAUD adalah jenjang pendidikan yang diberikan pada anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar, yaitu ketika anak berusia 1-8 tahun, sekali lagi 1-8 tahun. Di dalam jenjang pendidikan ini, terdapat lembaga pendidikan yang diantaranya kelompok bermain (KB) atau playgroup, taman kanak-kanak (TK), pendidikan kelas dasar (6-8 tahun) dan lembaga-lembaga sejenis, baik formal maupun non-formal.

Adapun Kelompok bermain atau playgroup merupakan lembaga yang masuk dalam jenjang PAUD. Rentang usia anak KB adalah 2-4 tahun. Masuk dalam jenjang PAUD yang pertama, lembaga ini termasuk sebagai lembaga nonformal. Alih-alih full mempelajari teori, anak KB biasanya diajarkan materi yang berpengaruh pada perkembangan motorik, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual sampai cara bersikap dan berperilaku. Metode pembelajarannya pun umumnya menggunakan metode yang seru dan menyenangkan. Sebenanrnya ada lembaga sebelum KB ini yaitu TPA. Taman penitipan anak yang dimana juga turut dilaksanakan yang disesuaikan menurut kurikulumnya sendiri bagi anak dibawah 3 tahun.
Lembaga kedua setelah selesai pendidikan di KB ialah TK. Lembaga pendidikan ini ditujukan untuk anak-anak dengan rentang usia 4-6 tahun. Beda dari KB, TK masuk dalam jenjang pendidikan formal. Pada jenjang ini, anak akan mulai diajarkan pelajaran-pelajaran kognitif, seperti berhitung dan membaca. Nah, kurikulum pada lembaga ini bertujuan untuk mempersiapkan anak memasuki pendidikan dasar nantinya. Di jenjang ini, anak masih didorong untuk bermain sambil belajar lebih banyak hal dan diselingi dengan kegiatan outing class seperti studi edukatif, studi wisata, pengenalan bahasa arab dan inggris, kelas sport and Music, pengembangan minat dan bakat, pembiasaan tahsin dan tahfidz al-Qur’an, pengenalan Komputer, serta peringatan hari besar Islam dan Nasional.
Metode bermain sambil belajar diharapkan dapat memaksimalkan executive function (CEO” atau pusat kendali di dalam otak manusia) anak agar berfungsi dengan baik. Executive Function adalah adalah sekumpulan keterampilan mental tingkat tinggi yang memungkinkan Anda untuk merencanakan, fokus, mengingat instruksi, mengelola emosi, dan melakukan banyak tugas secara bersamaan. Executive function sendiri memiliki fungsi utama sebagai:
1. Kemampuan untuk mengingat (Memori)
2. Kemampuan untuk merencanakan (Planning)
3. Kemampuan untuk fokus
Executive function berkorelasi tinggi terhadap kemampuan akedemik dan juga kemampuan utk memimpin masa depan juga untuk mendapatkan pekerjaan/karir yang bagus.
Selanjutnya, pun di SD, untuk mencukupi masa optimalisasi perkembangan anak, maka di Diniyyah Al-Azhar sendiri tetap masih menerapkan pola pembelajaran yang sama seperti di TK yang dimana anak masih didorong untuk bermain sambil belajar dan pelan-pelan sudah mulai diberikan stimulus pembiasaan akan sistem pembelajaran di sekolah. Dan ini dikhususkan hanya dikelas 1 SDIT agar anak tidak kaget dengan terjadinya perubahan sistem belajar antara di TK dan SD. Pengembangan bahan ajar pun sudah semakin luas diberikan dengan kurikulum tematik yaitu dengan mengaitkan beberapa subjek pembelajaran pada satu tema. Dengan kata lain anak masih melaksanakan pembalajaran berbasis sentra yang hanya saja materi sentra tetap disesuaikan dengan kurikulum K-13. Design kelasnya pun masih mengikut pada sistem sentra.

Di SDIT Diniyyah Al-Azhar, salah satu yang menjadi prinsip dalam pembelajarannya yaitu sekolah tuntas. Maksudnya, tidak ada PR. Tugas anak setelah sekolah ialah bermain, ngobrol dengan orang tua, kakak dan adik serta melakukan berbagai kegiatan menyenangkan lainnya. Bagaimana jika setelah pulang sekolah ikut les atau kursus?, Boleh, Asal:
1. Les Jika sangat dibutuhkan. Untuk membantu pembelajaran yang lemah atau terkait dengan keterlambatan kemampuan anak pada bidang tertentu.
2. Batasi durasi waktu les (tidak selamanya). Ada level atau waktunya.
3. Adapun untuk Les Non akademik seperti musik, olahraga, bahasa asing itu sangat baik sekali. Sangat didorong namun pastikan anak suka dan merasa tertantang.
Tidak banyak SD yang melaksanakan metode seperti yang dilaksanakan di DIAZ. Salah satu alasannya adalah Berdasarkan sebuah penelitian, otak seorang anak akan mencapai 90% dari ukuran otak orang dewasa ketika dia menginjak usia lima tahun. Usia balita merupakan usia emas untuk bertumbuh dan berkembang, sehingga selain memberikan nutrisi terbaik, memberikan pendidikan yang tepat juga dapat membantunya lebih optimal.

Ayah Bunda, coba perhatikan betul-betul hal berikut saat memilih pendidikan terbaik untuk si buah hati. Yang pertama, coba lihat seputar kurikulum dan metode pembelajaran di sekolah yang ingin kita survey.
Yang kedua, biaya juga harus jadi pertimbangan. Mahal berkualitas tidak masalah, toh kalau orang tuanya mampu why not?. asal jangan murah tapi tidak terukur dan belum tau kemana arah pendidikan anak. Syukur-syukur kalo terjangkau untuk semua kalangan dengan sangat berkualitas (Diniyyah Al-Azhar Banget nih 😀).
Yang ketiga, lihat programnya lebih banyak ke Pembinaan atau hanya fokus ke pembelajaran saja. Karena zaman sekarang sekolah seharusnya tidak cuma mengejar rangking atau nilai akademik semata, tapi pula akhlak yang utama plus skillnya. Pendidikan bukan sekedar mengisi kepala, tapi membentuk manusia yang utuh, Jiwa, raga dan aqidahnya sekaligus. Lihat kurikulum yang digunakan. Sekarang bukan saatnya lagi bicara kurikulum lokal yang hampir setiap ganti menteri berganti pula kebijakan kurikulum. dunia sudah berkembang, ilmu pengetahuanpun sudah semakin maju. Jika sekolah tersebut sudah menerapkan kurikulum berstandar internasional, ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Kesempatan terbuka lebar untuk bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri baik di tingkat menengah atas atau perguruan tinggi.

Selanjutnya lihat rasio murid perkelas, fasilitas, sarana dan yang terakhir perhatikan bagaimana cara guru mengayomi dan berinteraksi dengan anak didiknya.
Semoga tulisan diatas dapat memberikan gambaran tentang pilihan sekolah yang akan diberikan kepada putra putri tercinta agar kelak ketika kita dimintakan pertanggungjawaban disisi Allah, insyallah kita dapat mempertanggungjawabkannya dengan sebaik-baiknya. Satu hal terpenting, Anak kita bukan robot akademik, tapi dia yang tau untuk apa dia belajar. Untuk itu memilih sekolah pastikan bukan karena hanya dekat rumah atau karena ikut-ikutan teman/tetangga. Carilah sekolah yang Jelas Visi misinya, tidak mengenal (membedakan) istilah ilmu dunia dan ilmu akhirat, tapi ilmu yang benar dan yang salah. Semoga anak kita menjadi anak yang Cerdas akalnya, Kuat Aqidahnya dan jelas tujuan hidupnya. So, tentukan pilihan ayah bunda dengan bijak.
