
Andria Lakio, Hamidah Nema, Thomas Ngunts, khadijah Bruno dan Umaima merupakan santri berkebangsaan Papua nugini yang berasal dari Port Moresby.
Kehadiran mereka di Indonesia tidak lain merupakan keinginan yang kuat untuk belajar dan mendalami agama islam di Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo. 4 dari 5 santri tersebut merupakan muallaf dan faktanya di negara mereka pendidikan Islam masih dalam tahap rintisan dan bersifat informal. Dengan populasi Muslim yang sangat minoritas, komunitas mengandalkan pendekatan kultural dan sering kali mengirimkan mualaf untuk belajar langsung ke pesantren di Indonesia.

Pembelajaran dan penyebaran informasi tentang Islam terpusat di Islamic Center dan masjid besar, seperti Masjid Hohola di ibu kota Port Moresby. Mereka biasanya belajar islam dengan Imam-imam masjid yang datang dari berbagai negara seperti Afrika Selatan, Pakistan, Indonesia,
Malaysia, Fiji, Australia yang mana ditugaskan dari lembaga-lembaga islam. Adapula Mualaf lokal dari suku asli setempat.

Kelima orang santri tersebut menyatakan komitmen untuk bersungguh-sungguh belajar dan akan kembali ke negaranya membawa ilmu untuk diajarkan dan diamalkan.

Kedatangan 5 orang santri asal Papua nugini ini tidak terlepas dari kepedulian dan bantuan atase pendidikan KBRI Port Moresby yaitu Bapak Arief Kusdwiadnanto yang memfasilitasi kedatangan mereka. Mulai dari seleksi berkas, wawancara, pengurusan dokumen sampai kepada keberangkatan.

Rencananya mereka akan menempuh pendidikan selama 3 – 6 tahun mulai dari jenjang SMP dan SMA dalam takhassus ilmu agama islam untuk dapat melanjutkan kuliah ke Universitas Al-Azhar Mesir pada fakultas Ushuluddin dan Syariah Islamiyah.

Diniyyah Al-Azhar sangat konsen dengan isu-isu kemanusiaan. Bukan hanya beasiswa yatim dan dhuafa, beasiswa kader da’i utusan kecamatan yang ada di kabupaten Bungo namun juga beasiswa untuk santri Internasional dari negara minoritas muslim yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan islam.

Kelak diharapkan mereka (santri asal Papua nugini) kembali ke negaranya dengan pemahaman ilmu yang baik untuk mengajarkan Al-Qur’an dan Tarbiyah Islamiyah kepada masyarakat muslim di negaranya.
