Diniyyah Al-Azhar hadiri 2025 International Symposium on ECED

Bertempat di Ballroom kawasan Thamrin 9 Jakarta, Rabu 17 Desember 2025, Tanoto Foundation sukses menggelar 2025 International Symposium on ECED (Early childhood Education Development). Tanoto Foundation yang merupakan yayasan yang konsen pada pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan perbaikan taraf hidup dengan fokus utama pada pendidikan berkualitas untuk menciptakan kesetaraan peluang sejak usia dini hingga pendidikan tinggi. Tema simposium tahun ini, ECED Ecosystem Synergy in Promoting the best Start in Life.

Sebanyak 17 Panelis dari berbagai lembaga dan profesional, Pemerintah dan swasta serta dari dalam dan luar negeri menjadikan simposium ini semakin lengkap yang terbagi menjadi 2 sesi dimulai dari pukul 8.15 wib hingga pukul 16.35 WIB.

Keikutsertaan Diniyyah Al-Azhar tidak lepas dari eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang konsen terhadap isu-isu dan perkembangan pendidikan baik di tingkat lokal maupun global. Tanoto Foundation mengundang sebanyak 110 lembaga dan 21 Media dan sosial media partner untuk ikut serta dalam simposium kali ini untuk bertukar wawasan berbasis fakta dan data, menantang sekat-sekat yang ada dan bersama-sama menciptakan solusi serta berupaya membangun agenda yang lebih kuat dan kolaborasi yang mampu menjamin awal yang lebih baik bagi setiap anak – di Indonesia, Asia dan luar Asia.

Simposium ini dibuka oleh Menteri Kesehatan RI, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU. Dalam sambutanya beliau meyampaikan bahwa yang kita butuhkan saat ini untuk mengatasi semua permasalahan terkait pendidikan, kesehatan, ekonomi ialah bergerak dengan lebih cepat. 2 Harapan kedepan yang harus dicapai yaitu bagaimana agar anak-anak Indonesia penerus bangsa lebih Cerdas dan Lebih sehat.

Pada kesempatan tersebut, turut dilaunching buku terbaru Prof. Fasli Djalal dan Dr. Gutama yang berjudul: PAUD sebagai fondasi pembentukan generasi unggul. Buku yang menekankan betapa pentingnya kehidupan awal bagi setiap warga negara Indonesia, Kehidupan dan masa kecil tidak akan pernah terulang, Hak kehidupan yang baik bagi anak Indonesia.

Kesimpulan pada sesi penutup, mensintesis wawasan penting pada hari ini menjadi peta jalan langkah yang saling berhubungan satu sama lain. Bukan sekedar diskusi sektoral, sesi ini membingkai ulang temuan simposium, mulai dari integrasi kesehatan hingga dasar-dasar pengasuhan, menjadi satu narasi yang mendesak: bahwa untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan penghapusan sekat-sekat dan berbagi akuntabilitas untuk proses perkembangan anak. Dengan menghubungkan tantangan lokal dengan praktik terbaik global, sesi ini berpuncak pada seruan untuk “kolaborasi transformatif”, menjadi PR bagi para pembuat kebijakan, praktisi, dan mitra untuk memiliki mandat bersama: membangun ekosistem dimana setiap akses yang dibuka keluarga mengarah pada dukungan banyak pihak terkait untuk masa depan anak mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *