Implementasi pembelajaran Tahsin bersanad, Diniyyah Al-Azhar Jambi datangkan syaikh dari Mesir

Salah satu dari 5 program unggulan Diniyyah Al-azhar dalam mencetak calon pemimpin masa depan yaitu Tahsin – Tahfidz Al-Qur’an. Program ini rutin dilaksanakan setiap hari dengan membiasakan siswa membaca Al-Qur’an sebelum memulai kegiatan dan menyetorkan hafalan Al-Qur’an setiap harinya. Bukan hanya itu, setiap tahun juga dilaksanakan kegiatan Tahfidz Camp, Dauroh Al-Qur’an bersanad, Musabaqoh Tahfidzul Qur’an hingga Wisuda Akbar Tahfidzul Qur’an untuk menunjang keberhasilan dan standar ketuntasan dalam pembelajaran.

Setiap tahunnya Diniyyah Al-Azhar mendatangkan Pakar dalam ilmu Qiroat langsung dari Mesir. Hal ini diharapkan akan terus meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an yang baik dan benar sesuai kaidah tajwid dan makhorijul hurufnya.

Seluruh siswa dimulai dari kelas 4 SDIT sampai kelas 12 SMAIT yang terbagi menjadi 6 Halaqoh (kelompok) yang mengikuti Dauroh Tahsin dari pagi hingga sore hari dimana siswa menghabiskan waktu hanya untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an selama hampir sepekan.

2 orang pengajar dari Mesir yaitu Syaikh Ahmed Mostafa dan Syaikhah Doaa Elsayed merupakan lulusan Universitas Al-Azhar Mesir pda jurusan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan mendedikasikan diri mereka untuk memperdalam dan mengajarkan ilmu Al-Qur’an.

Sejak ditetapkannya Diniyyah Al-Azhar sebagai cabang resmi Al-Azhar Mesir dalam penerapan kurikulum keagaaman (Tarbiyah Islamiyah, Bahasa Arab dan Al-Qur’an) membawa dampak yang sangat berpengaruh terhadap mutu dan kualitas pembelajaran ilmu Agama. Hal ini diharapkan Akan menjadi identitas lulusan yang apapun jadinya mereka Dokter, Polisi, TNI, Politikus, Pengusaha, ASN dan lain sebagainya, maka ilmu agama haruslah menjadi pondasi agar dapat menjadi kekuatan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *