Begini cara Diniyyah Al-Azhar mencetak kader Pemimpin masa depan

Sabtu, 20 September 2025 bertempat di Lapangan utama kampus Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo, sebanyak 93 santri kelas akhir mengikuti salah satu rangkaian proses dan syarat kelulusan di SMAIT dan MA Diniyyah Al-Azhar. 1 diantara program akhir tahun sebelum kelulusan tersebut yaitu Praktik Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan kali ke-27 di Diniyyah Al-Azhar. Praktik Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu satu standar ketuntasan pembelajaran pada program Practice Based learning yaitu pembelajaran berbasis praktik, adalah pendekatan pendidikan di mana peserta didik belajar melalui pengalaman langsung dalam situasi nyata, turun langsung ke masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman profesional yang mendalam. Tujuannya adalah untuk mengembangkan profesional yang mampu menerapkan teori secara efektif, menganalisis praktik mereka dan terus meningkatkan kwalitas diri seiring waktu. Practice based learning ini menekankan pada prinsip utamanya yaitu: Pembelajaran dengan merasakan pengalaman langsung, Konteks dunia nyata, Fokus pada praktik, Pembelajaran yang berkelanjutan dan Pengembangan Profesional.

Sebagai unit Pendidikan Pra-Universitas, SMAIT dan MA Diniyyah Al-Azhar konsen dengan berbagai program pengembangan diri dalam rangka mempersiapkan calon generasi pemimpin masa depan (Islamic Character Building).

Diniyyah Al-Azhar menerapkan 3 (tiga) inti ketuntasan dan penjaminan mutu pendidikan yang diupayakan melalui penggabungan seluruh mata pelajaran dan program pembinaan karakter (Integrated Learning System), yaitu:

1. Integrated Social Project
Konsep belajar yang menggabungkan beberapa bidang studi di padukan dengan hasil pembinaan karakter dalam sosial, emosional dan spiritual sehingga dapat mengaplikasikan nilai-nilai keislaman yaitu menanamkan nilai-nilai sosial yang teraplikasi langsung dalam nilai-nilai kehidupan sehingga kemampuan peserta didik bukan hanya sekadar teoritis. Diantaranya Kunjungan ke panti asuhan dan panti jompo. Pembinaan karakter islami Suku Anak dalam, DIAZ volunteer serta program keagamaan lainnya.

2. Practice Based Learning
Konsep belajar yang menggabungkan beberapa bidang ilmu, diperkuat dengan skill yang diharapkan mampu bertransformasi menjadi kemampuan untuk dapat melaksanakan dari teori dan keilmuan yang didapat selama proses pembelajaran. Merupakan kegiatan akhir dalam masa pendidikan di Diniyyah Al-Azhar berbentuk Praktek Pengabdian Masyarakat dimana seluruh siswa diharapkan mampu mengaplikasikan dan mengamalkan keilmuan serta dapat mengenal kehidupan bermasyarakat dengan baik, selain itu siswa akan lebih mudah mengenal jati diri dan berusaha tampil menjadi problem solver di tengah masyarakat.

3. Project Based Learning
Konsep belajar yang menggabungkan beberapa bidang studi yang mampu melahirkan berbagai tawaran solusi pemecahan suatu masalah yang relevan terjadi di lingkungan sekitar. Seluruh siswa diharapkan mampu menghasilkan karya-karya yang bersumber dari pembelajaran yang telah di dapatkan selama di bangku sekolah. Harapannya akan lahir generasi yang Khoirunnaas anfa’uhum linnaas dan betul-betul bisa melahirkan karya-karya yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara Seperti: 1 siswa 1 karya buku.

Praktik Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan mulai dari 20 September sampai dengan 5 Oktober 2025 yang terbagi menjadi 9 Kelompok dalam dan luar negeri. 2 kelompok di Luar negeri ditempatkan di Bangkok – Thailand. Sedangkan dalam negeri sendiri terbagi di 4 Provinsi yaitu Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Riau. Setiap kelompok diamanahkan kepada 2 pembimbing dari Majelis guru yang akan mengawasi dan mengarahkan agar terlaksananya program kerja yang telah mereka rencanakan. Sebelumnya para siswa telah dibekali dengan Pemahaman arah kebijakan PPM, ilmu dasar, metodologi survey dan penelitian, ilmu-ilmu praktis di masyarakat yang dilaksanakan selama 3 hari bertempat di Kampus 3 Diniyyah Al-Azhar kota Jambi.

Pelaksanaan Praktik Pengabdian Masyarakat ini mengusung 10 program prioritas yang diantaranya:
1. Pemberantasan buta aksara Al-Qur’an
2. Penanaman dan pengenalan Aqidah kepada anak usia dini
3. Pengoptimalan fungsi Masjid
4. Pembinaan karakter melalui pramuka
5. Pembinaan akhlak remaja melalui pesantren kilat
6. Penyuluhan pola hidup bersih dan sehat
7. Da’wah kemasyarakatan melalui majelis ta’lim
8. Pengenalan Bahasa Arab dan Inggris
9. Penguatan literasi melalui perpustakaan mini
10. Praktik Tadris

Diharapkan, siswa betul-betul memahami dan menghayati tugas maupun fungsi mereka kelak ditengah masyarakat dengan berbagai profesi yang mereka geluti nantinya mampu mengamalkan nilai-nilai Khairunnaas anfauhum linnaas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *