DIAZ Jambi mengirim 1 kontingen pada World Moslem Scout Jamboree 2025

Pelepasan kontingen putri DIAZ Jambi untuk mengikuti world moslem scout Jamboree 2025 di Buperta Cibubur dilaksanakan pada pagi Ahad Jam 10.00 wib bertempat di Cyber park Kampus 2 Diniyyah Al-Azhar Kota Jambi.

Hadir pada pelepasan tersebut Wakil Direktur pendidikan Diniyyah Al-Azhar Indonesia Dr. H. Abdul Muhaimin El Yusufi, B.Sy.E, M.E, Kepala Sekolah SMAIT Diniyyah Al-Azhar Jambi, Majelis Guru SMAIT serta guru Pembimbing dan Pembina.

Amanat wakil Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Indonesia menyampaikan agar siswi dapat memanfaatkan momentum ini untuk bersilaturahim dengan santri dari berbagai wilayah di Indonesia dan dari manca negara,
mendapatkan pengalaman selama 6
hari kegiatan, memperkuat nilai-nilai karakter seperti Kedisiplinan, Tanggung jawab, berani, mandiri, solutif, kreatif, cinta tanah air,
bangsa, negara dan lain sebagainya. WMSJ juga dapat membangun link dan network pertemenan serta mempererat ukhuwwah islamiyah muslim se dunia.

Beliau menambahkan, Melalui berbagai kegiatan interaktif, pertukaran budaya dan petualangan alam, WMSJ 2025 akan menjadi wadah untuk mengembangkan ketangguhan, tanggung jawab, kepemimpinan dan solidaritas antarpramuka.

Rencananya kontingen akan tiba di lokasi dan segera bergabung esok hari dan mengikuti kegiatan selama 6 hari mulai dari tanggal 9 hingga 14 September 2025. WMSJ 2025 diikuti oleh kontingen dari 16 Negara, dengan peserta 15.333 orang terdiri dari 7.149 peserta putra, 6.349 peserta putri, dan 1.718 pembina yang bertujuan Membuktikan bahwa generasi muda Muslim adalah kekuatan perdamaian dunia dan memperkuat persaudaraan lintas bangsa.

Keikutsertaan Diniyyah Al-Azhar dalam Jambore pramuka Internasional merupakan tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan. Namun biasanya dilaksanakan di luar negeri. Untuk kali ini kita patut berbangga Jambore internasional dilaksanakan di Indonesia, apalagi inj merupakan Jambore Pramuka Muslim Internasional, diungkapkan oleh H. Mochammad Hafizh El Yusufi selaku Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Indonesia.

Pramuka merupakan Ekstrakurikuler wajib yang dilaksanakan setiap hari Kamis di semua sekolah dibawah naungan Diniyyah Al-Azhar yang bertujuan membentuk setiap anggota agar menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecerdasan serta keterampilan hidup. Selain itu, gerakan ini bertujuan untuk menyiapkan generasi muda sebagai kader bangsa yang kuat, sehat dan berguna untuk pembangunan bangsa serta negara Indonesia

Pelaksana kegiatan WMSJ ini ialah pondok modern Darussalam Gontor yang mana kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan
memperingati Milad 100 tahun Gontor. Sebuah pesantren ternama yang telah berdiri sejak 1926 dan menjadi pelopor dalam integrasi pendidikan, nasionalisme, dan keislaman. Meskipun diinisiasi oleh Gontor, jambore ini tidak bersifat eksklusif. Ketua II Panitia, Akrimul Hakim, menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka bagi seluruh pramuka dari berbagai elemen dan komunitas, bukan hanya untuk keluarga besar Gontor.

WMSJ 2025 merupakan jambore pramuka Muslim dunia pertama yang diselenggarakan di Indonesia. Ini menjadi tonggak bersejarah yang menunjukkan peran strategis Indonesia dalam mempersatukan pramuka Muslim dari berbagai negara.

Tema besar WMSJ 2025 adalah “We are Muslim: Civilized, United, and Peaceful”, yang mencerminkan harapan dan mimpi pramuka Muslim dunia dalam menciptakan peradaban yang damai dan bersatu.

Dicuplik dari website pramukajakarta.id dikatakan bahwa Visi besar dari WMSJ 2025 adalah menciptakan dunia pramuka yang menginspirasi perdamaian global, menjembatani budaya dan memperkuat persaudaraan umat Islam. Dengan semangat persaudaraan, keislaman dan kepramukaan, Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 bukan sekadar perkemahan besar. Ia adalah pertemuan sejarah lintas budaya dan negara yang akan meninggalkan warisan positif bagi generasi muda Muslim di seluruh dunia. Jangan lewatkan momentum langka ini karena persatuan dan perdamaian dimulai dari tenda-tenda kecil yang saling menyapa di bumi perkemahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *