MB. Bahana diaz santri tim marching band pertama provinsi Jambi yang berkompetisi di luar negeri

Juli 2025 merupakan tahun yang membanggakan bagi Marching band bahana diaz santri yang tahun ini telah berusia 38 tahun. Bagaimana tidak, pasalnya 4 tahun berturut-turut menjuarai event kompetisi marching band internasional di Malaysia yang diantaranya:
1. MALAYSIA INTERNASIONAL VIRTUAL MARCHING ART 2020.
– Meraih peringkat III (Bronze Medal)
2. Malaysia World Band Championship Virtual 2021: Bronze Medal
2. Malaysia world band championship 2022
– peringkat III colour guard contest Devisi senior
– ⁠peringkat III drum battle Devisi senior
3. Malaysia internasional marching art championship (MIMAC) 2025
– 1st runnner up marching show devisi senior
– ⁠Bronze medal drum battle devisi senior
– ⁠Bronze medal colour guard devisi senior
– ⁠Bronze medal street parade devisi senior

Pada tahun ini Marching band Bahana DIAZ Santri atau disingkat MB. BDS menurunkan 36 Personil dan mengikuti 4 cabang lomba di Malaysia International Marching Art Championships (MIMAC) yang tahun ini dilaksanakan di Stadium Merdeka Kuala Lumpur.

Alhasil, Piala 1st Runner up berhasil diraih oleh MB. BDS dan menjadi kado terindah dalam peringatan Milad ke-48 Diniyyah Al-Azhar.

MB. BDS dibentuk pada tahun 1987 dan sampai hari ini beranggotakan seluruhnya santriwati (Santri putri) Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo. Patah tumbuh hilang berganti, personil MB. BDS selalu berganti setiap tahunnya dikarenakan adanya kebijakan pondok yaitu santri kelas akhir difokuskan pada program akhir tahun seperti Praktek Pengabdian Masyarakat, Literasi, Tahfidz Camp, Persiapan pendaftaran PTN dan Kedinasan serta persiapan studi di Luar Negeri.

MB. BDS terus berkembang dan berinovasi dari yang dulunya hanya perform di dalam provinsi kini dalam 10 tahun terakhir telah banyak menorehkan prestasi di bidang Nasional bahkan Internasional.

MB. BDS untuk tahun ini telah memiliki strukur kepengurusan yang berinduk langsung kepada Direktur Diniyyah Al-Azhar Indonesia selaku Pengelola Pendidikan dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Diniyyah. Direktur Diniyyah Al-Azhar Indonesia juga merupakan Direktur Eksekutif Band dan dengan Manajer Band Eri Rahayu, S.Hum serta coach yang sudah bersama MB. BDS selama 11 Tahun Domra Raksana.

MB. BDS juga telah pernah menjuarai di tingkat nasional dalam event: GPMB, Hemengku buwono cup, Dirgantara Marching Competition, Minang Marching band Competition, Sumatera on stage dan masih banyak lainnya.

Bantuan hibah untuk 1 tim alat Drumband yang diberikan oleh Menteri Sosial Kabinet Pembangunan IV Ibu Nany Soedarsono pada tahun 1987 Hingga saat ini MB. BDS telah memiliki sarana dan prasarana yang bisa dibilang lengkap. Kantor, Ruang alat sampai kepada alat Brass, Tiup dan Bell yang memadai.

MB. BDS sendiri merupakan ekskul unggulan yang ada di seluruh unit cabang Diniyyah Al-Azhar. Diniyyah Al-Azhar meyakini banyak manfaat santri mengikuti marching band mencakup pengembangan karakter, keterampilan dan potensi diri.

Marching band tidak hanya sekadar kegiatan bermusik, tetapi juga wahana pendidikan yang membentuk disiplin, kerja sama tim, dan kepercayaan diri. Latihan rutin dalam marching band membentuk kebiasaan disiplin, termasuk disiplin waktu, gerakan dan tanggung jawab terhadap peran dalam tim.

Marching band mengajarkan pentingnya kerja sama dan koordinasi antar anggota tim, menghargai perbedaan pendapat, dan belajar menyelesaikan masalah bersama. Tampil di depan umum dalam marching band membantu santri mengatasi rasa gugup dan membangun kepercayaan diri. Begitu juga Mental yang kuat dan kemampuan untuk mengatasi tantangan, seperti latihan fisik yang berat, juga dilatih dalam marching band.

Dan yang terpenting bersikap sportif Belajar menerima kritik dan saran, serta menghargai proses belajar dan pencapaian orang lain.

Dengan harapan, MB. BDS menjadi inspirasi dan motivasi generasi muda Jambi dan sekolah serta tim marching band lainnya agar terus berkarya dan jangan takut mengukir prestasi di Nasional bahkan Internasional walau dengan segala keterbatasan. Seperti Motto MB. BDS, Man Jadda wajada, Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *