
JAMBI — Dalam rangka memperingati Milad Diniyyah Al-Azhar yang ke-49, Diniyyah Al-Azhar menyelenggarakan kegiatan Temu Penulis Nasional yang menghadirkan langsung Ahmad Fuadi, penulis buku fenomenal Negeri 5 Menara. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Lantai 2 Masjid Kampus 2 Diniyyah Al-Azhar, Sungai Kambang, Jambi.
Acara yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad ke-49 Diniyyah Al-Azhar ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari siswa kelas 4-6 Sekolah Dasar (SD), siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), mahasiswa Perguruan Tinggi STIT-STITAD, wali murid, tamu undangan, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, mengingat kesempatan bertemu langsung dengan penulis buku yang telah menginspirasi banyak generasi muda ini bukanlah hal yang mudah didapatkan.
Kegiatan Temu Penulis Nasional ini berlangsung dengan susunan acara yang tertata rapi. Acara dibuka oleh pasangan pembawa acara (MC), yaitu Ustadzah Ria Fauziah Hanum, S.Pd.I bersama Vivid Niasabel, yang memandu jalannya acara dari awal hingga akhir. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yaitu Surah Ar-Rahman, yang dibacakan oleh siswa SMP. Lantunan ayat suci ini menambah kekhidmatan suasana acara yang digelar di lingkungan masjid kampus tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Ibu Dr. Bahera Mursalim, M.Pd.I, selaku perwakilan dari pihak yayasan Diniyyah Al-Azhar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-49 Diniyyah Al-Azhar sekaligus sebagai sarana literasi dan motivasi bagi para santri dan generasi muda. Rangkaian acara pembukaan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Alfian Hilmy, memohon kelancaran dan keberkahan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Setelah rangkaian pembukaan selesai, acara memasuki sesi inti, yaitu penyampaian materi bedah buku Negeri 5 Menara oleh Ahmad Fuadi. Sesi ini dipandu langsung oleh Rizky Ainur Ridho sebagai moderator, yang bertugas mengarahkan jalannya diskusi sekaligus memandu sesi tanya jawab interaktif antara penulis dan para peserta yang hadir.

Kegiatan ini digelar dengan tujuan utama membedah buku Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi, salah satu karya sastra Indonesia yang meraih predikat sebagai buku terpopuler pada tahun 2009, dinobatkan sebagai buku fiksi terbaik serta penulis terbaik pada tahun 2011. Popularitas buku ini bahkan menembus pasar internasional setelah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, di antaranya bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa Rusia, dan bahasa Arab. Tidak berhenti di situ, kesuksesan buku ini juga membawanya diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar yang turut menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berani mengejar mimpi dan cita-cita.
Negeri 5 Menara merupakan kisah nyata yang diangkat dari perjalanan hidup Ahmad Fuadi sendiri. Dalam bukunya, ia menuturkan pengalamannya semasa menjadi santri di Pondok Madani, yang dikenal saat ini sebagai Pondok Modern Darussalam Gontor. Kehidupan sebagai santri digambarkan penuh warna dan tantangan, mulai dari kewajiban berpidato dalam tiga bahasa, menyetorkan kosakata bahasa Inggris (vocabulary) dan kosakata bahasa Arab (mufrodat) setiap hari, kewajiban membiasakan diri berbahasa Arab dan Inggris dalam keseharian, hingga kebiasaan mendengarkan siaran radio dari berbagai belahan dunia setiap pagi. Kebiasaan mendengarkan siaran radio internasional inilah yang kemudian menumbuhkan mimpi besar dalam diri Ahmad Fuadi untuk suatu hari dapat menginjakkan kaki di negara-negara asal siaran radio tersebut disiarkan — sebuah impian sederhana yang lahir dari keinginan untuk berkeliling dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Fuadi mengajak seluruh peserta yang hadir untuk tidak pernah meremehkan impian, setinggi apa pun impian itu, karena Tuhan Maha Mendengar setiap doa dan harapan hamba-Nya. Pesan ini bukan sekadar motivasi kosong, melainkan cerminan langsung dari perjalanan hidup yang telah dilalui sang penulis. Ahmad Fuadi berbagi kisah bagaimana seorang anak yang berasal dari sebuah kampung di daerah Sumatera Barat dapat mengunjungi berbagai negara berkat karya tulisannya, serta berhasil mewujudkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Tercatat, ia berhasil meraih 10 beasiswa pendidikan ke berbagai negara, di antaranya Kanada, Singapura, hingga Inggris. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kesungguhan dan kerja keras dapat mengantarkan seseorang meraih hal-hal yang sebelumnya tampak mustahil.
Semasa menjadi santri di pondok, Ahmad Fuadi memegang teguh sebuah kalimat yang kemudian menjadi jiwa dan gambaran utama dari kisah dalam buku Negeri 5 Menara, yaitu “Man Jadda Wajada”, yang bermakna “barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia pasti akan berhasil”. Kalimat inilah yang terus menjadi pegangan hidupnya dan disampaikan kembali kepada para peserta sebagai bekal semangat dalam menggapai cita-cita.

Kegiatan Temu Penulis Nasional bersama Ahmad Fuadi ini menjadi salah satu momen istimewa dalam rangkaian peringatan Milad ke-49 Diniyyah Al-Azhar. Selain memperkenalkan salah satu karya sastra Indonesia yang telah mendunia, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat literasi, kesungguhan dalam belajar, serta keberanian untuk bermimpi besar di kalangan santri, siswa, mahasiswa, dan masyarakat yang hadir. Melalui semangat “Man Jadda Wajada”, diharapkan nilai-nilai kesungguhan dan kerja keras yang diusung dalam buku Negeri 5 Menara dapat terus menginspirasi generasi muda Diniyyah Al-Azhar untuk meraih cita-cita setinggi apa pun itu.
