Strategi Penanaman Cinta Kebersihan melalui Peran Keteladanan Guru


Penulis : Mhd Syahrial, M.Pd
Dosen STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi

Kebersihan merupakan nilai dasar dalam pembentukan karakter peserta didik. Lingkungan yang bersih tidak hanya mendukung kesehatan, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Dalam konteks pendidikan, guru memiliki posisi strategis sebagai figur teladan yang perilakunya cenderung ditiru oleh siswa. Oleh karena itu, penanaman cinta kebersihan melalui keteladanan guru menjadi pendekatan yang efektif dan berkelanjutan.

Maka seorang guru harus memiliki strategi, supaya semua siswa cinta akan kebersihan, strategi yang dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut:

  1. Mencerminkan Keteladanan Cinta Kebersihan

Guru harus menunjukkan perilaku hidup bersih setiap saat, baik di dalam maupun di luar kelas. Konsistensi menjadi kunci agar siswa melihat bahwa kebersihan bukan sekadar aturan, tetapi kebiasaan hidup. Maka guru harus menjadi teladan untuk siswanya sebagaimana Rasulullah menjadi tauladan bagi umatnya, sebagaimana firman Allah SWT:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ ا هللِّٰ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا ا هللَّٰ وَالْيَوْمَ اْٰلخِْرَ وَذَكَرَ ا هللَّٰ كَثِيْ ˝ر

Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah”. (QS. Al-Ahzab: 21)

Dalam pendidikan, guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga model perilaku bagi siswa. Prinsip keteladanan ini sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan Nabi Muhammad ﷺ sebagai uswah hasanah. Artinya, nilai-nilai tidak cukup diajarkan secara teori, tetapi harus ditunjukkan melalui tindakan nyata. Siswa, khususnya pada usia dini dan remaja, cenderung meniru apa yang mereka lihat daripada apa yang hanya mereka dengar. Oleh karena itu, perilaku guru memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan dan karakter siswa.

  1. Pembiasaan Rutin

Melalui pembiasaan salah satu strategi guru dalam menanm cinta kebersihan siswa, seperti piket kelas, kerja bakti, dan program Jumat bersih dapat memperkuat kebiasaan siswa dalam menjaga kebersihan dengan memberikan pemahaman jika terlihat ada sampah, maka siapapun harus segera membuang sampah pada tempatnya. Guru yang terlibat langsung dalam kegiatan ini akan memperkuat efek keteladanan. Maka seorang guru harus membiasakan siswanya dalam menanam cinta kebersihan, sehingga mereka terbiasa dalam menjaga kebersihan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلََ تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِي ر

Artinya: “Maka istiqomahlah (tetaplah kamu pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud: 112)

Guru memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menanamkan cinta kebersihan. Melalui contoh nyata, pembiasaan, dan konsistensi, guru mampu membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan sebagai bagian dari akhlak dan keimanan. Dengan demikian, pendidikan kebersihan bukan sekadar aturan, tetapi menjadi budaya yang melekat dalam diri siswa.

  1. Integrasi dalam Pembelajaran

Nilai kebersihan dapat diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran. Misalnya, dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam tentang menjaga kebersihan lingkungan dan belajar menuntut ilmu secara utuh. Dalam pembelajaran juga diberikan pemahaman kepada siswa supaya menjaga dan menanam cinta kebersihan sehingga siswa bukan saja memperoleh teori tetapi pada praktik mereka juga menerapkannya, sebagaimana sabda Rosulullah SAW:

مَنْ سَلَكَ طَرِيق˝ا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْ ˝ما سَهَّلَ الَّلُّٰ لَهُ بِهِ طَرِيق˝ا إِلَى الْجَنَّةِِ

“Barangsiapa menempuh jalan untuk memperoleh ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim)

Strategi menanamkan cinta kebersihan melalui integrasi dalam pembelajaran menekankan bahwa nilai kebersihan harus hadir dalam tujuan, materi, metode, lingkungan, dan evaluasi pembelajaran. Dengan dukungan keteladanan guru, nilai ini akan tertanam kuat dan menjadi budaya dalam kehidupan siswa. Dengan memperhatikan hal sederhana seperti kebersihan ruangan kelas, laci meja masing-masing siswa dan menghapus papan tulis setelah pembelajaran selesai.

  1. Penguatan Positif

Guru dapat memberikan apresiasi kepada siswa yang menunjukkan perilaku menjaga kebersihan. Hal ini akan meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Penguatan positif melalui bahasa yang santun, sehingga siswa termotivasi untuk cinta kebersihan, sebagaimana sabda Rosulullah SAW:

كُوْنـُـوْا رَبَّانِيِِّـْينَ حُلَمَاءَ فُقَهَاءَ عُلَمَاءَ وَيُقَالُ اَلرَّبَّانِيُّ الَّذِى يُــرَبِــِّى النَّاسَ بِصِغَارِ اْلعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِ

Artinya: Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fiqih, dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak (HR Bukhari).

Salah satu srategi guru dalam penenaman cinta kebersihan guru dengan memnggunakan bahasa santun pada siswa yang menjaga dan cinta kebersihan, dengan memberikan bahasa yang motovasi siswa dan memberikan contoh yang baik bagi siswa lain.

  1. Menciptakan Lingkungan yang Bersih

Guru bersama sekolah perlu menyediakan fasilitas kebersihan yang memadai seperti tempat sampah terpilah, alat kebersihan, dan poster edukatif. Sekolah yang mengedepankan kebersihan maka akan melahirkan anak-anak dan lulusan sekolah yang cerdas serta berkarakter disiplin dan cinta kebersihan, karna tanda orang beriman adalah mencerminkan kebersihan, sebagaimana sabda Rosulullah SAW:

الطُّهُورُ شَ إطرُ ا إلِيْمَانِ

Artinya: “Kebersihan/kesucian itu adalah separuh dari iman.” (HR. Muslim)

Maka kepala sekolah menyiapkan fasilitas kebersihan seperti alat kebersihan, tempat sampah dan peraturan sekolah dalam menjaga kebersihan dan menempel hadits dan ayat al-qur’an terkait kebersihan pada tempat strategis yang senantiasa dilihat oleh guru dan siswa, sehingga siswa akan menjadi acuan dalam menjaga dan menanam cinta kebersihan, dengan lingkungan yang bersih akan akan lahir calon pemimpin yang cerdas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *