62 Santri Akhir DIAZ, Ikuti Kegiatan Pembekalan PPM

Sebanyak 62 santri kelas akhir Diniyyah Al Azhar-Indonesia  yang berasal dari unit Madrasah Aliyah Diniyyah Al Azhar Bungo dan SMA IT Diniyyah Al Azhar Jambi mengikuti Kegiatan Pembekalan program Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM). Kegiatan berlangsung sejak tanggal 24 sampai 26 September 2026 bertempat di Kampus III STKIP-STIT Al Azhar Diniyyah Jambi.

Wakil Direktur Pendidikan Diniyyah Al Azhar Jambi DR. H. Abdul Muhaimin El-Yusufi, B.Sy.E, ME. dalam sambutan acara pembukaan kegiatan pembekalan PPM, menyatakan rasa bangga dan bahagianya atas keberlanjutan setiap tahun program ini.

“Alhamdulillah, program PPM terus berlangsung setiap tahun yang telah membawa dampak para perubahan karakter dan mentalitas siswa Diniyyah Al-Azhar dalam menatap dunia luar sehingga banyak para lulusan akhirnya memberanikan mengambil studi lanjut di luar negeri berawal dari keberanian dalam mengikuti program PPM”, ujarnya.

Selain itu, Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Indonesia H. Muhammad Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, MM. disela-sela penyampaian materi pembekalan tentang arah dan kebijakan PPM, menyatakan salah satu poin penting dalam pelaksanaan kegiatan pembekalan PPM ini adalah persiapan dalam penguatan karakter santri dalam mewujudkan 10 program wajib PPM.

“ Ada 10 program PPM yang wajib nantinya dilaksanakan santri saat berada di lokasi PPM, yaitu : 1) pemberantasan buta aksaran Al-Quran dengan metoda Al-Barqy, 2) Penanaman Akidah Usia Dini, 3) Pesantren Kilat, 4) Majelis Taklim, 5). Pengenalan Bahasa Arab dan inggris, 6) Program Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), 7) Pustaka mini, 8) Pengoptimalan fungsi masjid, 9) Pramuka, 10) Praktek Tadris,” tukasnya bersemangat..

Sementara itu, Kepala MA Diniyyah Al Azhar Bungo Sunandar S,Si,M.Pd,Gr menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan PPM ini merupakan program penting dalam mempersiapkan para peserta sebelum di lepaskan ke lokasi daerah yang telah ditetapkan. Beberapa materi yang disampaikan diantaranya; penyampaian materi Ruhiology, Metoda Al-Barqy, Public Speaking, Micro Teaching, Barzanji dan Penyelenggaran jenazah, serta beberapa materi penting lainnya yang dibutuhkan siswa praktek di lapangan. Adapun beberapa daerah yang menjadi lokasi PPM adalah; Selangor (Malaysia), Pekanbaru (Riau), Pakan Sinayan (Sumatera Barat), Lubuk Linggau (Sumatera Selatan), Batang Hari dan Muara Tebo (Jambi).

“ Insya Allah semua peserta benar-benar dibekali kesiapan untuk menghadapi tantangan social dan kultur masyarakat di lokasi PPM tersebut”, tukas Sunandar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *